Saturday, August 10, 2013

"Please Love Me Boy"


Tak terasa sudah satu bulan ini aku berkenalan denganmu. Aku masih ingat awal kita berkenalan. Kita berkenalan lewat media sosial facebook. Mungkin ini  yang dinamakan cinta dunia maya. Tapi boy, entah takdir atau ini hanya sebuah permainanmu. Sampai detik ini kita masih bersama, masih saling berkomunikasi. Boy, aku sangat mencintaimu. Taukah kau Boy, kau telah masuk ke dalam hatiku dan menuliskan namamu di dalamnya. Buatku selalu menghadap kearahmu tanpa berani berpaling pada lelaki manapun. Tapi Boy, hidup ini tak seindah drama korea yang selalu kutonton. Begitupun kisah cinta kita, tak selamanya indah. Malah aku merasa banyak hal yang menyakitkan yang terjadi. Tapi sekali lagi, tak ada yang dapat kuperbuat, kau tlah menguasai hati dan logika ini.
Satu bulan yang lalu, tepatnya sehari setelah kau meminta nomor hpku saat itu kita memutuskan untuk saling bertemu. Memang kuakui, sebagai seorang wanita tak ada sedikitpun hal yang menarik pada diriku. Aku tidak cantik, kaya maupun pintar. Kuakui aku hanya twanita biasa, bahkan aku terlalu blak – blakan dalam menyatakan apapun yang ada dalam hatiku. Tapi itulah aku, aku tidak ingin merubah sifatku ini. Menurutku menjadi seseorang yang terbuka adalah hal yang terbaik, dimana dengan sikap ini aku bisa menjadi seseorang yang tidak munafik. Seseorang yang selalu jujur pada dirinya sendiri.
Waktu berlalu begitu cepat, hingga hari ini tepat sebulan kita berkenalan. Tak ada yang special dari hubungan yang kita jalani. Hanya berkomunikasi melalui sms ataupun telepon dan sesekali jalan berdua. Hubungan yang kita jalani hanya sebatas itu saja, entah apa yang ada di benakmu. Tapi dalam benak ini telah menyimpan namamu dalam memorinya. Entahlah, aku tidak tahu apa yang ada di benak dan hatimu Boy. Entah kau menganggapku sebagai teman, pacar atau bahkan sama sekali tak menganggap aku ada. Terserahlah!
Berbeda dari sebulan yang lalu, kali ini kau mulai menyampaikan radar ketidaksukaanmu padaku. Kau mulai tak membalas smsku, padahal itu yang selalu kutunggu. Kau juga menolak telepon dariku. Huh, rasanya ingin sekali lepas darimu. Tetapi susah, dengan bodohnya aku masih saja mengirimkan sms padamu. Kali ini aku malah lebih idiot lagi, dengan pdnya aku meneleponmu dan berkata “I Love You.” Dan dengan santainya tanpa berkata apapun kau mematikan telepon dariku. “Huh, awas kau nanti Boy kelak aku akan membuatmu mencintaiku dan aku akan membuangmu!” Itu janjiku Boy!


No comments:

Post a Comment